Langsung ke konten utama

KOMPETENSI GURU MENURUT UU No. 14/2005


KOMPETENSI GURU MENURUT UU No. 14/2005

Ditulis oleh Mang Eka
Dalam Kategori Edukasi, pada 30 September, 2011
UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen akan memiliki dampak yang sangat besar untuk dunia pendidikan Indonesia. Sasaran utamanya adalah peningkatan mutu pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dibangun dari berbagai aspek,   Guru adalah adalah salsatu  faktor yang menentukan untuk mencapai tujuan peningkatan kualitas tsb.
Keinginan kuat pemerintah memperbaiki mutu pendidikan tidak hanya ditunjukan dengan undang-undang saja melainkan penyiapan anggaran untuk kesejahteraan guru dan dosen, berbagai program dan pelatihan guru serta investasi jangka panjang dengan menyediakan, membangun dan memperbaiki sarana prasarana pendidikan.
Guru pun yang semula adalah jabatan, melalui Undang-undang ini ditingkatkan menjadi Profesi,  artinya seseorang belum bisa dinyatakan sebagai guru jika belum memenuhi beberapa persyaratan  syarat-syarat tersebut adalah ;
Guru wajib memiliki:
  • Kualifikasi akademik
  • Kompetensi
  • Sertifikat pendidik
  • Sehat jasmani & rohani
  • Kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
Sebagai kompensasi dari tuntutan tersebut maka pemerintah memberikan anggaran lebih untuk kesejahteraan dan perlindungan profesionalisme Guru sebagaimana di atur pada Undang-undang tersebut diatas.
Dari beberapa persyaratan diatas, saya hanya akan memaparkan tentang kompetensi pendidik, sebab saya rasa untuk persyaratan lainnya sudah cukup jelas.
KOMPETENSI Dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya.
Kompetensi tersebut meliputi:
  1. Kompetensi pedagogik
  2. Kompetensi profesional;
  3. Kompetensi sosial;
  4. Kompetensi kepribadian;
1. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pendagogik pada dasarnya adalah  kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mengajarkan materi tertentu kepada siswanya, meliputi :
  • Memahami karakteristik peserta didik dari berbagai aspek, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual;
  • Memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik;
  • Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik;
  • Menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik;
  • Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran;
  • Merancang pembelajaran yang mendidik;
  • Melaksanakan pembelajaran yang mendidik;
  • Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya;
  • Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
2. Kompetensi profesional 
Yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi.
Diharapkan guru menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya, menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui evaluasi dan penelitian.
3. Kompetensi sosial
Kemampuan guru dalam komunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat.  Diharapkan guru dapat berkomunikasi secara simpatik dan empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan, dan masyarakat, serta memiliki kontribusi terhadap perkembangan siswa, sekolah dan masyarakat, dan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk berkomunikasi dan pengembangan diri.
4. Kompetensi kepribadian
Memiliki  kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, serta berakhlak mulia;  sehingga menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat; serta mampu mengevaluasi kinerja sendiri (tindakan reflektif) dan mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan. (Tidak hanya berkembang biak saja)
Tulisan ini pernah dimuat disini semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beli Mobil Dahulu apa Membuat Garasi Dahulu?

Berkaitan kehidupan bertetangga, kenyamanan dan kedamaian akan menjadi faktor pendukung tegaknya kerukunan pada tingkat tetangga (RT).

Pada perumahan type kecil, umumnya fasilitas jalan hanya 4 meter. Dari ukuran ini, belum diambil untuk penghijauan dan pemasangan bak sampah, tak bisa dipungkiri bila kita harus parkir mobil dijalan tentu akan mengganggu pengguna jalan lain - tetangga yang butuh keluar atau pulang dengan menggunakan mobil.

Melihat dan merasakan hal ini, sebagai tetangga hanya bisa diam, karena tidak enak untuk memberi pengertian, bahkan Pak RT dan Pak RW saja merasa segan untuk menegur.

Sebagai warga, rasanya tidak "elok" kalau hal ini menimbulkan perselisihan antar warga apalagi berakhir dengan saling bermusuhan.

Untuk itu, saling memahami antara hak dan kewajiban dalam bertetangga perlu disampaikan dalam moment-moment tertentu dilingkungan RT atau RW agar kekompakan dan kerukunan menuju lingkungan yang tertib, ny…

Belajar Berternak Sapi Kecil-kecilan.

Kebutuhan daging konsumsi di Negera kita masih tinggi tingkat ketergantungannya terhadap import.

Sebagai negara agraris , berternak seharusnya menjadi aktifitas ekonomi yang tinggi disamping sektor pertanian dan perikanan.

Untuk mengurangi tingkat ketergantungan import sapi , kita perlu memberikan pemahaman terhadap masyarakat bahwa berternak sapi itu mudah, modal terjangkau dan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi bila dikelola secara profesional.

Keuntungan beternak sapi :
1. Keuntungan secara materi dari hasil penjualan.
2. Penyediaan lapangan pekerjaan.
3. Tersedianya pupuk organik sebagai penyeimbang atau pengganti pupuk berbahan kimia.

Berbagai macam jenis terternak sapi:
1. System Penggemukan.
2. System peranakan.
3. Sapi perah.

Belajar Bisnis ternak Sapi kecil-kecilan.

Untuk memulai bisnis sapi tidak harus bermodal besar. Dengan satu atau dua ekor sapi saja , kita sudah bisa memulai bisnis ini.
Sebagai gambaran sederhana. Apa bila kita berminat memulai bisnis ini, sebelum …
Bagaimana Kita Bisa Masuk Surga.

1. Jangan Jadi Orang yang Merugi.
    a. Beriman tanpa terkontaminasi TBC                (TAhayul, Bid'ah dan Churrofat).
    b. Beramal sholih.)*
    c.  Saling menasehati perihal kebenaran
         kesabaran.

2. Berinvestasi Akherat:
    a.  Ilmu yang bermanfaat.
    b.  Shodaqoh jariyah.
    c.  Anak Sholih.
3. Memberantas penghalang jalannya kebaikan.

Mau memiliki surga dengan harga sangat murah?
Klik link berikut:
https://m.kitabisa.com/masjidmuhammadiyah?ref=43459&utm_source=facebook&utm_medium=sharebutton&utm_campaign=userreff

Jangan lewatkan.
Uang kecil anda akan menghantarkan menuju ke surga.
Masih ragu?