Langsung ke konten utama

Niat yang Benar Mau berangkat Haji

Sebagai Muslim, keberhasilan menyempurnakan pengamalan Rukun Islam yang lima adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Hal ini disebabkan Rukun Islam yang kelima ini, merupakan ibadah  yang hanya di wajibkan bagi ummat Islam yang mampu baik dari segi biaya, kesehatan, maupun kondisi lain yang menyebabkan ibadah haji tidak bisa dilaksanakan.

Al-Qur'an menjelaskan bahwa:
اعوذبالله من الشيطان الرجيم

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌۭ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًۭا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. QS. 3 (Ali Imran: 97).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam, bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ – ثُمَّ قَالَ – ذَرُونِى مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَىْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَىْءٍ فَدَعُوهُ ».

Wahai manusia, telah diwajibkan atas kalian berhaji maka berhajilah”, kemudian ada seorang bertanya: “Apakah setiap tahun Wahai Rasulullah?”, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menjawab sampai ditanya tiga kali, barulah setelah itu beliau menjawab: “Jika aku katakan: “Iya”, maka niscaya akan diwajibkan setiap tahun belum tentu kalian sanggup, maka biarkanlah apa yang sudah aku tinggalkan untuk kalian, karena sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian, akibat banyaknya pertanyaan dan penyelisihan mereka terhadap nabi mereka, maka jika aku perintahkan kalian dengan sesuatu, kerjakanlah darinya sesuai dengan kemampuan kalian dan jika aku telah melarang kalian akan sesuatu maka tinggalkanlah”. (HR. Muslim).

Niat Sambil Mendaftar.

Niat adalah kesungguhan/ tekad dalam hati untukmelakukan sesuatu.
Niat untuk melaksanakan ibadah haji, berarti adanya tekad yang kuat dalam hati. Tekad ini perlu dukungan riel agar menjadi kenyataan, sehingga perlu adanya tindak lanjut untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta haji.
Bagi saudaraku yang sudah mendaftarkan diri dan telah memiliki Nomor Porsi Haji, bisa dilihat pada link di bawah ini untuk melihat jadwal keberangkatannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reading Strategy/Strategi Membaca/ Muhammad Supardi

READING STRATEGIES !
SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review)



 READING STRATEGY       Muhammad Supardi

           A lecturer at English Letters Departement,           Bina Sarana Informatika Jakarta            Jl. Raya  Fatmawati Pondok Labu Jakarta
ABSTRACT
For most English learners, reading still becomes one of difficult language skill to master. There are two main factors causing them unable  to read. First, they usually have very  limited vocabulary  so that they  can not understand even short paragraph; and second they focus too much on word meaning rather than sentence meaning. This article introduces an effective strategy to develop their reading ability.
Key Words  :   characteristic,            effective, strategy, Context clues.
Many students of English as a foreign language consider reading English is very difficult. They also find that reading lesson in class is boring. in order to see how students of English as foreign language can understand well a reading le…

Do'a untuk Jenazah Laki-laki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ 

عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ 
بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا 
كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ 
وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا 

مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ 
الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ 
عَذَابِ النَّارِ . قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ 
أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ





Setelah berinfak, Alloh bayar Chase 375%

Assalamualaikum wr,wb.
Sebut saja Hamba Alloh. Setelah sehari sebelumnya ia berinfaq Rp 160.000, ia mendapatkan rizki yang tak disangka-sangka sebesar Rp. 600.000.-

Bila dihitung secara matematis, nilai rizki yang diterima 374 % dari infaq yang dikeluarkan.

Kisah berinfaq yang dilakukan Hamba Alloh ini, berawal dari kehilangan uang senilai Rp. 400.000. , dalam sebuah kegiatan yang lumayan jauh dari kediamannya. Namun, uang itu berhasil ditemukan lagi.

Dalam perjalanan pulang, timbul pikiran Inging meng-infaqkan sebagian uang yang berhasil ditemukan itu kepada masjid tempat ia sholat.

Dari fikiran itu, keinginan yang sangat kuat dalam hatinya ia ingin membeli kran tempat wudhu dan kamar mandi, yang akhirnya dipasang sendiri berssma merbot masjid.

Kran tempat berwudhu dan kamar mandi berhasil dipasang semua yang berjumlah 10 buah kran.

Uang yang dikeluarkan hamba Alloh itu hanya untuk membeli 10 kran dan 3 buah sial tape selebihnya sekedauang makan untuk merbot masjid yang kebetulan be…