Langsung ke konten utama

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kreativitas


Jum'at 05 Aug 2011 10:29 AM Alim Sumarno, M.Pd
ABSTRAK
Ramadhani, Arnety Nantris. 2007.Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kreativitas Guru di Kelas terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMK Ardjuna Malang (Studi Siswa Kelas II Jurusan Administrasi Perkantoran pada Mata Diklat Menangani Surat Masuk dan Surat Keluar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sarbini, (2) Drs. I Nyoman Suputra, M.Si.

Dalam meningkatkan prestasi dan mutu para tamatan SMK, perlu adanya peningkatan kualitas proses belajar mengajar di kelas. Kualitas belajar siswa serta para lulusan ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut atau dengan kata lain kualitas belajar siswa banyak ditentukan oleh fungsi dan peran guru di kelas. Fungsi dan peran guru salah satunya adalah sebagai pemimpin. Dalam memimpin kelas guru memiliki gaya kepemimpinan tersendiri. Ada tiga macam gaya kepemimpinan guru di kelas yaitu, (1) Demokratis, (2) Otokratis, 3. Gaya kepemimpinan Laissez faire (kendali bebas). Disamping itu kreativitas guru di kelas juga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan kreativitas guru di kelas serta fungsi dan peran yang dijalankan dengan baik maka proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan kondusif, efektif dan efisien sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gaya kepemimpinan dan kreativitas guru di kelas di SMK Ardjuna Malang Jurusan Administrasi Perkantoran. (2) mendeskripsikan tingkat prestasi belajar siswa SMK Ardjuna Malang Jurusan Administrasi Perkantoran. (3) mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan kreativitas guru di kelas terhadap prestasi belajar siswa SMK Ardjuna Malang Jurusan Administrasi Perkantoran pada mata diklat Menangani Surat Masuk dan Surat Keluar.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas II APK di SMK Ardjuna Malang yakni SMK Ardjuna 1 dan SMK Ardjuna 2 Malang yang berjumlah sebanyak 61 siswa. Penelitian ini melibatkan empat variabel bebas (X) yang terdiri dari gaya kepemimpinan demokratis (X1), gaya kepemimpinan otokratis (X2), gaya kepemimpinan laissez faire (X3), kreativitas guru di kelas (X4), sedangkan variabel terikat (Y) dari penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Alat pengumpul data berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial dengan bantuan SPSS 11.00 For Windows.Hasil penelitian menunjukkkan: (1) Nilai koefisien parsial gaya kepemimpinan demokratis (B1) sebesar 0,331, thitung = 3,552, sig t = 0,001. (2) Nilai koefisien parsial gaya kepemimpinan otokratis (B2) sebesar 0,358, thitung = 3,362, sig t = 0,001. (3) Nilai koefisien parsial gaya kepemimpinan laissez faire (B3) sebesar -0,256, thitung = -3,309, sig t = 0,002. Serta (4) Nilai koefisien parsial kreativitas guru di kelas (B4) sebesar 0,068, thitung = 4,138, sig t = 0,000.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis dengan prestasi belajar siswa (2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan otokratis dengan prestasi belajar siswa (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan laissez faire dengan prestasi belajar siswa dengan arah variabel negatif (4) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kreativitas guru di kelas dengan prestasi belajar siswa (5) Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan guru secara simultan dengan prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan Sig F sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai F hitung sebesar 22,575, nilai koefisien regresi (Multiple R) yang dimiliki adalah 0,740 dan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) yang disesuaikan adalah sebesar 0,523. (6) Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan dan kreativitas guru di kelas dengan prestasi belajar siswa.Hal ini dibuktikan dengan Sig F sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai F hitung sebesar 26,087, nilai koefisien regresi (Multiple R) yang dimiliki adalah 0,809 dan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) yang disesuaikan adalah sebesar 0,630.Saran yang diajukan berkaitan dengan temuan yang telah diperoleh adalah (1) Guru sebaiknya menerapkan kepemimpinan yang situasional dan fleksibel yang memusatkan perhatian pada kondisi siswanya sehingga perilaku yang diterapkan oleh guru akan tepat dan efektif. Selain itu kreativitas guru saat di kelas juga perlu ditingkatkan sehingga dapat mencapai prestasi yang baik. (2) Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian-penelitian lanjutan indikator alternatif lain yang memiliki kontribusi terhadap keefektifan dan peningkatan kualitas proses belajar mengajar serta peningkatan prestasi belajar siswa dengan obyek penelitian yang lebih luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beli Mobil Dahulu apa Membuat Garasi Dahulu?

Berkaitan kehidupan bertetangga, kenyamanan dan kedamaian akan menjadi faktor pendukung tegaknya kerukunan pada tingkat tetangga (RT).

Pada perumahan type kecil, umumnya fasilitas jalan hanya 4 meter. Dari ukuran ini, belum diambil untuk penghijauan dan pemasangan bak sampah, tak bisa dipungkiri bila kita harus parkir mobil dijalan tentu akan mengganggu pengguna jalan lain - tetangga yang butuh keluar atau pulang dengan menggunakan mobil.

Melihat dan merasakan hal ini, sebagai tetangga hanya bisa diam, karena tidak enak untuk memberi pengertian, bahkan Pak RT dan Pak RW saja merasa segan untuk menegur.

Sebagai warga, rasanya tidak "elok" kalau hal ini menimbulkan perselisihan antar warga apalagi berakhir dengan saling bermusuhan.

Untuk itu, saling memahami antara hak dan kewajiban dalam bertetangga perlu disampaikan dalam moment-moment tertentu dilingkungan RT atau RW agar kekompakan dan kerukunan menuju lingkungan yang tertib, ny…

Belajar Berternak Sapi Kecil-kecilan.

Kebutuhan daging konsumsi di Negera kita masih tinggi tingkat ketergantungannya terhadap import.

Sebagai negara agraris , berternak seharusnya menjadi aktifitas ekonomi yang tinggi disamping sektor pertanian dan perikanan.

Untuk mengurangi tingkat ketergantungan import sapi , kita perlu memberikan pemahaman terhadap masyarakat bahwa berternak sapi itu mudah, modal terjangkau dan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi bila dikelola secara profesional.

Keuntungan beternak sapi :
1. Keuntungan secara materi dari hasil penjualan.
2. Penyediaan lapangan pekerjaan.
3. Tersedianya pupuk organik sebagai penyeimbang atau pengganti pupuk berbahan kimia.

Berbagai macam jenis terternak sapi:
1. System Penggemukan.
2. System peranakan.
3. Sapi perah.

Belajar Bisnis ternak Sapi kecil-kecilan.

Untuk memulai bisnis sapi tidak harus bermodal besar. Dengan satu atau dua ekor sapi saja , kita sudah bisa memulai bisnis ini.
Sebagai gambaran sederhana. Apa bila kita berminat memulai bisnis ini, sebelum …

Do'a untuk Jenazah Laki-laki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ 

عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ 
بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا 
كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ 
وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا 

مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ 
الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ 
عَذَابِ النَّارِ . قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ 
أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ