Sabtu, 31 Maret 2012

READING STRATEGY/ STRATEGI MEMBACA


 READING STRATEGY/ STRATEGI MEMBACA
      Muhammad Supardi

           A lecturer at English Letters Departement,
          Bina Sarana Informatika Jakarta
           Jl. Raya  Fatmawati Pondok Labu Jakarta










            For example:



Jumat, 16 Maret 2012

BELAJAR JADI INVESTOR DARI AL-QUR'AN

     
               ANDAI Aku Bisa Terbang 
     vs 
        ANDAI Aku Menemukan sesuatu


        Sering ucapan syukur yang kita keluarkan dari mulut kita hanya merupakan suatu hal yang bersifat "REFLEKTIF". Setiap kali kita mendapatkan kegembiraan - apapun bentuknya, sepontan  kalimat  Al-hamdulillah terucap. Namun kalau kita cermati, seberapa besar nilai kalimat yang kita ucapkan, lantaran kalimat itu keluar tanpa sadar alias nylonong sebagai sebuah kebiasaan tanpa permisi. Bukankah kalimat SYUKUR ATAS NIKMAT ALLOH sebagai ungkapan terima kasih layaknya saat kita tidak punya apa-apa kemudian pada saat yang sama ada seseorang dermawan yang memberikan bantuan kepada kita ? Atau perasaan senang setelah mendapatkan barang  yang sangat berharga yang telah lama diperjuangkan ?
Alloh SWT, telah banyak memberi fasilitas kepada kita baik yang kita minta maupun yang tidak kita minta. Apa bila kita tidak mampu mensyukurinya maka kita tidak pernah MENJADI orang yang SESUNGGUHNYA sesuai fasilitas besar yang Alloh berikan kepada kita ! 

        CAMKAN BAIK-BAIK !  betapa Alloh telah ilhamkan kepada kita ide-ide yang banyak , ide-ide yang berliant , namun ide itu kita sia-siakan. Kita lebih akrab dengan lamunan-lamunan syaitan ,  Syaithon (setan) sering membawa fikiran kira ke alam  "ANDAI-ANDAI ", yang biasanya melambung diatas batas kemampuan yang ada  dan angan-angan yang besar dalam bentuk instans . 

        ANDAI-ANDAI yang sering melintas dalam alam fikiran kita sungguh akan menjadi ni'mat yang besar manakala ande-ande  itu kita jadikan sebuah konsep yang baik dan gambaran hasil akhirnya tidak bertentangan dengan teori. Saudaraku, hasil karya para ilmuan terdahulu, sampai saat ini masih eksis walaupun setiap tahun bermunculan profesor-profesor baru. Mengapa kita hidup dizaman modern seperti ini koq belum menemukan suatu apapun yang bisa dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang ! Bukankah itu amal sholeh yang akan bermanfaat bagi kita (anak cucu kita) dan generasi yang akan datang ?. Mulailah berfikir untuk menemukan sesuatu . Memang, secara kasar bisa  dikatakan , "jangankan menemukan sebuah teori, mengkaji  teori yang telah ada saja kita sering merasa kesulitan". Inikah kita ????.Anggapan seperti ini ada benarnya. Namun demikian, siapaun kita adalah ciptaan Alloh yang maha hebat. Kita harus yakin, karena kita diciptakan oleh yang maha hebat kita pasti memiliki kehebatan yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Berhasil atau belum berhasil dalam usaha menemukan sebuah penemuan bukan urusan kita. kewajiban kita adalah berusaha dengan sungguh-sungguh. 


Perhatikan Firman Alloh berikut ini untuk menjadi menjadi motivasi diri :


انا نحن نحي االموتي ونكتب ما قد مو واثارهم وكل شيء احصيناه في اما م مبين



Betapa Alloh menghargai sebuah penemuan, Alloh akan catat apa yang diusahakan dan bekas-bekasnya.

Ketahuilah Bapak B.J. Habibi Mantan Pesiden kita, telah menemukan bentuk ekor pesawat boeng yang sampai sekarang penemuan itu dipakai oleh seluruh pabrik penerbangan di seluruh dunia. Setiap perusahaan yang  menggunakan hasil penemuan Pak Habibi akan memberi ROYALTY. Dengan demikian beliau akan menapat dollar yang nilainya tidak sedikit yang mungkin dollar itu akan mengalir sampai anak cucunya kelak.Sedang bagi perusahaan penerbangan tentu merasa   puas atas penemuan ini, yang merupakan   terobosan baru yang secara operasional mendatangkan keuntungan besar pula bagi stiap pengguna. 
Inilah mungkin sebagian dari apa yang dikatakan Alloh dalam Al-Qur'an surah Yaaasiiiiiiiiiiiiiiiin yang saya sebutkan di atas. والله اعلم


dzikir dan fikir